Cara Menggunakan Recurring Message di WhatsApp Business API Wappin

January 26, 2022

WhatsApp Business API memiliki fitur recurring message untuk mengirimkan pesan yang dijadwalkan terkirim secara rutin. Misalnya setiap tanggal 5 setiap bukan, setiap tahun, atau setiap hari Senin.

 

Cara kerjanya sangat sederhana. Bisnis cukup membuat satu pesan untuk dikirimkan secara berulang. Nantinya, pesan itu akan selalu terkirim secara otomatis sesuai dengan waktu yang ditentukan.

 

Berbeda dengan scheduled message yang hanya bersifat 1x pakai, recurring message akan secara otomatis digunakan berulang kali sampai bisnis memberhentikan pengirimannya secara manual.

 

Lalu apa kegunaan dan manfaat Recurring Message dan bagaimana cara menggunakannya?

 

Manfaat Menggunakan Recurring Message WhatsApp Business API bagi Bisnis


Fitur Recurring Message WhatsApp Business API memiliki segudang manfaat dan penggunaan. Di antaranya, bisnis dapat me
njadwalkan dan mengirimkan pesan ucapan ulang tahun atau hari besar pada klien maupun mitra, mengirimkan tagihan rutin, dan sebagainya.

 

Penggunaan Recurring Message tidak hanya akan membantu perusahaan dalam berbisnis saja, namun juga dalam membangun hubungan yang lebih baik dengan klien dan mitranya.

 

Di samping itu, Recurring Message juga akan memudahkan pekerja perusahaan dalam menjadwalkan dan mengirimkan pesan yang berulang setiap periode waktu tertentu hanya dalam satu kali pembuatan saja.

 

Cara Menggunakan Recurring Message WhatsApp Business API di Dashboard Wappin


Jika kamu ingin menggunakan fitur
Recurring Message WhatsApp Business API di Dashboard Wappin, caranya sangat mudah.

 

Kamu cukup …

 

1.    Login ke dashboard Wappin

Pertama-tama, kamu harus login menggunakan akunmu di dashboard Wappin.

 

Kamu dapat mengakses laman login di wappin.id/login atau memilih menu login dari homepage website Wappin.

 


 

Setelah tampilan layar di atas muncul, kamu cukup memasukkan username dan passwordmu. Agar tidak harus kembali memasukkan username dan password setiap kali hendak login, kamu bisa mencentang Remember Me.

 

Jika kamu lupa passwordmu, kamu bisa memulihkan dan mengatur ulang passwordmu dengan klik “Forgot your password?”.

 

2.    Pilih Blast Message > Recurring

Setelah memasuki dashboard, saatnya mengakses fitur Recurring Message.

 

Untuk menuju ke fitur Recurring Message, kamu bisa menggunakan sidebar menu (side navigation bar) yang terletak di sebelah kiri.

 


 

Klik Blast Message. Kemudian akan muncul dropdown menu, yaitu Recurring, Scheduled, Log, dan Queue.

 

Pilih Recurring.

 

3.    Pilih “New Manual Blast” atau “New Blast”

Setelah masuk ke fitur Recurring Message, kamu akan melihat beberapa elemen di layarmu.

 

[image]

 

Ada tabel filter dan juga tabel data. Tabel filter berfungsi untuk mencari recurring blast tertentu yang sebelumnya kamu buat atau kirimkan.

 

Sedangkan, tabel data menampilkan semua blast yang ada. Tampilan standarnya ialah 15 blast setiap laman.

 

Untuk mulai membuat Recurring Blast yang baru, kamu bisa menggunakan 2 tombol yang ada di atas tabel filter, yaitu New Manual Blast dan New Blast.

 


 

Keduanya sama-sama bisa digunakan untuk recurring blast, namun ada sedikit perbedaannya.

 

New Manual Blast digunakan untuk mengirim pesan kepada kontak yang dimasukkan secara manual saat pembuatan pesan di dashboard Wappin. Kontak ini harus dikompilasikan dan diinput menggunakan format .csv. Kamu bisa mengunduh template .csv yang dibutuhkan ketika akan mengunggah kontak.

 

New Blast digunakan untuk mengirim pesan kepada kontak atau grup kontak yang sebelumnya sudah kamu unggah dan daftarkan dalam database kontak di dashboard Wappin.

 

4.    Tentukan jenis pesan (hanya teks atau dengan media)

Setelah kamu memilih dua jenis pembuatan recurring message tersebut, akan muncul pop up pemilihan model blast.

 

 

Ada dua pilihan, yakni pesan teks saja atau yang mengandung media.

 

Secara garis besar, tata cara pembuatannya tidak jauh berbeda. Namun, untuk pesan dengan media, ada beberapa ketentuan ukuran yang dibuat oleh WhatsApp, yaitu:

 


 

Namun, ukuran ini hanyalah batas ukuran terbesar yang dapat diunggah dan sistem WhatsApp akan secara otomatis mengkompresinya lagi.

 

Misalnya, kamu melampirkan media berupa gambar dengan ukuran file sebesar 3MB. Bisa jadi ukuran tersebut akan turun menjadi 1MB atau mungkin di bawahnya.

 

Hal ini dimaksudkan agar proses upload dan download, serta penyimpanannya tidak memberatkan baik pengirim maupun penerima pesan.

 

5.    Isi form blasting sesuai dengan kebutuhan

Setelah kamu memilih jenis pesan sesuai kebutuhanmu, akan muncul form blasting yang harus kamu isi.

 

Berikut ini adalah sample tampilannya dalam New Manual Recurring Blast.

 


 

Dalam pengisian form ini, kamu perlu menggunakan project yang sebelumnya sudah kamu daftarkan dan juga template yang sudah lulus proses pratinjau.

 

Untuk mengetahui cara membuat template dan menghindari berbagai hal yang menjadi penyebab template WhatsApp ditolak, kamu bisa membacanya di sini.

 

6.    Tentukan Recurring Type

Setelah selesai mengisi berbagai form field yang dibutuhkan, kamu sudah bisa menjadwalkan pengirimanmu.

 

Navigasi ke bagian Recurring Type, lalu tentukan jenis pengulangan pengiriman yang kamu butuhkan, antara daily, weekly, monthly, dan yearly. Kemudian, klik Select Date dan Time guna menentukan tanggal dan waktu pengiriman pesanmu.

 


 

Jika sudah selesai, setujui ketentuan yang muncul dengan mengklik bagian ceklis dan tekan Send untuk menyelesaikan pembuatan pesanmu.

 

Memantau Blasting yang Sudah Dibuat


Setelah membuat
recurring message, kamu bisa memantau seluruh blasting yang sudah kamu buat.

 

Cukup dengan kembali ke sidebar menu, lalu pilih Blast Message. Di sini ada 2 opsi yang bisa kamu pilih, yakni Log dan Queue.

 


 

Log menampilkan daftar riwayat dan status blast campaign yang sudah dikirimkan. Kamu bisa mengunduh data log atau melihat detail pengiriman blast tersebut. Berikut ialah tampilannya.

 


 

Queue menampilkan segala data blast message yang sudah dibuat dan akan dikirimkan. Tampilannya sebagai berikut.

 


 

Selain melihat daftar blast yang akan dikirimkan apa saja, kamu juga bisa melihat detail dari masing-masing blast tersebut. Contohnya seperti ini.

 


 

Cara Mendapatkan WhatsApp Business API


Untuk mendapatkan WhatsApp Business API kamu bisa menghubungi WhatsApp BSP (Business Service Provider). Salah satunya ialah Wappin, BSP yang secara resmi bekerjasama dengan WhatsApp dan menghadirkan layanan WhatsApp Business API dengan full freemium support 24/7.

 

Layanan full 24/7 support Wappin mencakup penggunaan platform, penyelesaian isu, hingga pembuatan template. Pun, bisa juga membantumu dalam penggunaan fitur-fitur WhatsApp Business API, seperti fitur Recurring Message ini.

 

Hubungi Wappin untuk mendapatkan layanan WhatsApp Business API sekarang juga.

Tulis Komentar

Komentar 0

Jelajahi Artikel lainya

TIPS
Jangan Asal Kirim Pesan Jika Tidak Ingin WhatsApp Business Anda Terblokir!
August 23, 2021
TIPS
Update Terbaru! Lakukan Promosi Lewat WhatsApp Business API
November 4, 2020
TIPS
Mengirimkan Pesan Secara Tepat Waktu Melalui WhatsApp Business API
November 17, 2021
TIPS
Ingin Coba WhatsApp Business API secara gratis? Ini Waktunya!
October 25, 2021
TIPS
Apakah Kontak Bisnis Saya Aman Ketika Menggunakan WhatsApp Business API?
July 7, 2021

Download E-Book Terbaru Dari Wappin

map
Jelajahi pustaka freemium Wappin dan dapatkan berbagai insights tentang customer relationship management yang bisa kamu implementasikan di bisnismu. See Detail