Social Commerce, Masa Depan Jual Beli yang Efektif Meningkatkan Penjualan

February 17, 2022

Social commerce adalah istilah dalam dunia bisnis yang dewasa menjadi sangat populer.

 

Bahkan, McKinsey memprediksi bahwa social commerce akan menjadi masa depan bisnis di Indonesia, mengingat penetrasi digital di Indonesia begitu tinggi dan masif.

 

Kendati demikian, masih banyak bisnis yang tidak memaksimalkan social commerce. Atau bahkan benar-benar tidak mengerti apa itu sosial commerce.

 

Artikel ini akan mengulas apa itu social commerce dan bagaimana cara mengimplementasikan social commerce pada bisnis.

 

Pengertian Social Commerce



 

Sederhananya, social commerce adalah kegiatan jual beli bisnis pada platform sosial.

 

Platform sosial ini bisa mencakup marketplace pada media sosial, akun media sosial bisnis, komunitas pada media sosial, dan akun komunikasi digital bisnis, seperti pada WhatsApp.

 

Kendati demikian, social commerce tidak serta merta terbatas pada aktivitas jual beli di media sosial saja. Group buying, referral, hingga MLM juga bisa dibilang termasuk ke dalam aktivitas social commerce.

 

Esensi dari social commerce adalah kegiatan komersial yang dilakukan secara sosial dan digital. Tren ini tumbuh subur berkat tingginya penggunaan media sosial, baik dari segi interaksi antar pengguna dan aktivitas bisnis itu sendiri.

 

Perbedaan Social Commerce vs e-Commerce




Banyak orang masih cukup kebingungan tentang perbedaan social commerce dan e-commerce. Wajar saja, kedua hal ini memang serupa.

 

Untuk dipahami, social commerce adalah salah satu cabang dari skema bisnis e-commerce. Pada dasarnya e-commerce menyediakan pasar digital bagi bisnis, atau yang lebih dikenal dengan istilah marketplace.

 

Social commerce memiliki pola pendekatan yang cukup berbeda. Intinya, social commerce memfasilitasi bisnis dan pelanggan untuk melakukan transaksi jual beli secara lebih personal, namun pada platform digital.

 

Mengingat transaksi jual beli konvensional pada toko atau warung termasuk kegiatan sosial, maka social commerce mereplika hal tersebut dengan menjadikan media sosial dan platform komunikasi sebagai media utamanya.

 

Apa Dampak Social Commerce?



 

Tidak semua orang nyaman untuk bertransaksi di tempat umum dan menginginkan transaksi yang bersifat lebih personal.

 

Social commerce menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan media transaksi digital yang sangat personal.

 

Selain kenyamanan dan pengalaman pembelian, social commerce juga memudahkan pelanggan dalam belanja online.

 

Jika sebelumnya pelanggan harus membuka aplikasi marketplace tertentu untuk melakukan pembelian, kini mereka bisa melakukannya sembari berselancar di media sosial.

 

Pun, bagi bisnis, social commerce juga memberi dampak yang menguntungkan. Media sosial ialah salah satu layanan digital yang paling banyak dan paling lama diakses oleh pengguna internet dalam satu hari.

 

Karenanya, menghadirkan bisnis pada media sosial adalah salah satu langkah yang memudahkan bisnis untuk terhubung dengan pelanggannya.

 

Selain itu, social commerce juga merupakan skema bisnis yang bisa tetap aktif selama 24/7. Hal ini dikarenakan platform social commerce umumnya dapat diintegrasikan dengan teknologi chatbot yang mampu membuat bisnis senantiasa tersedia kapan saja.

 

Dan, social commerce memberikan level kompetisi yang sepadan bagi bisnis berskala kecil hingga besar. Bisnis tak lagi harus mengandalkan pendanaan masif untuk beriklan.

 

Dikarenakan konsepnya ialah sosial, maka bisnis cukup beradu strategi pemasaran untuk menarik perhatian pelanggan, dengan harapan agar pelanggan yang datang akan merekomendasikan produk bisnis tersebut langsung di media sosial yang sama.

 

Dengan kata lain, praktik viral marketing akan menjadi kunci keberhasilan social commerce.

 

Dan masih banyak lagi.

 

Bagaimana Bisnis Bisa Menerapkan Social Commerce?



 

Caranya cukup mudah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh bisnis ialah:

 

1.  Mengintegrasikan dan mengoptimasi kanal komunikasi digital dan media sosial yang ada

2.  Berfokus pada konten yang mampu meningkatkan awareness terkait produk atau layanan bisnis

3.  Mulai membangun interaksi digital yang baik dengan audiens

4.  Menggunakan teknologi yang tepat, seperti WhatsApp Business API dan omnichannel


Tulis Komentar

Komentar 0

Jelajahi Artikel lainya

Business
Ketahui Perbedaan Komunikasi yang Dimulai Customer dengan Komunikasi yang Dimulai Bisnis
October 21, 2021
Business
Berapa Harga Broadcast Messages WhatsApp Business API Di 2021
January 27, 2021
Business
Keamanan Jadi Prioritas Utama Dalam Penggunaan WhatsApp Business API
March 9, 2021
Business
Ingin Punya WhatsApp Official Account Dengan Biaya Implementasi Rp. 0? Begini Caranya!
August 30, 2022
Business
Bisakah UMKM Menggunakan WhatsApp Business API?
November 24, 2020

Download E-Book Terbaru Dari Wappin

map
Jelajahi pustaka freemium Wappin dan dapatkan berbagai insights tentang customer relationship management yang bisa kamu implementasikan di bisnismu. See Detail